Rabu, 03 Desember 2014

Rahasia Tasbih Kayu Dewandaru Bertuah

Pusat Tasbih Kayu Dewandaru ASLI dan BERTUAH - Kunjungi www.TasbihKayu.com atau KLIK DI SINI

tasbih kayu dewandaru


Kayu dewandaru merupakan kayu legenda yang secara alami mempunyai kekuatan ghaib. Dikatakan legenda karena kebanyakan orang hanya mendengar ceritanya tanpa pernah melihat bentuk dan wujudnya. Kayu ini sangat diburu oleh paranormal karena dapat dijadikan sebagai media pengisian bermacam-macam ilmu. Kayu ini tidak mengambang di atas air sebagaimana kayu-kayu lainnya, tetapi tenggelam seperti besi.

Dengan kekuatan ghaib yang secara alami telah ada pada kayu ini dan ditambah dengan kekuatan energi dari kami insya Allah TKD ini mempunyai manfaat sebagai berikut:

    Perisai badan dari serangan lawan yang berniat jahat.
    Untuk menambah pancaran aura (mahabbah/pengasihan).
    Menambah kewibawaan/kharisma sehingga disegani kawan maupun lawan.
    Untuk mengobati racun bekas gigitan binatang buas dengan cara menempelkan TKD di bekas gigitan
    Melipatgandakan energi apabila digunakan untuk wirid. Caranya, pada saat wirid selain membaca wiridan anda juga harus menggerakkan (menggoyangkan) kepala atau tubuh anda. Mula-mula goyangan itu pelan, tetapi lama-kelamaan akan menjadi kencang dan kekuatan goyangan itu bukan berasal dari gerakan anda. Jika sudah demikian, ikuti saja gerakan tersebut hingga anda merasa sulit mengendalikan goyangannya atau anda ingin berhenti. Jika ingin berhenti, ucapkan niat dalam hati bahwa anda ingin berhenti. Semakin lama anda mengikuti goyangan tadi semakin kuat pula energi yang masuk ke dalam tubuh anda.
    Menetralkan kekuatan ghaib jahat (santet, teluh, pelet dsb) dengan cara merendam seluruh TKD ini di dalam air kelapa hijau selama 13 menit lalu minumkan air rendaman tersebut kepada orang yang sakit, sisanya dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Catatan:

        Untuk menambah kekuatan TKD ini bacalah "ya qowiyyu ya matiin" (Maha Kuat dan Maha Perkasa) dan "bismillahirrohman-nirrohim" (Maha Pengasih dan Penyayang) sebanyak-banyaknya kapan saja dan dimana saja. Setelah itu, berdoalah kepada Allah agar kekuatan TKD ini bertambah. Lalu, dengan mulut, tiuplah TKD tiga kali.
        Sebaiknya TKD ini diolesi minyak non alkohol minimal sebulan sekali.
        Pada saat anda bepergian (bekerja) TKD ini bisa di bawa ke WC. Tetapi ketika di rumah sebaiknya TKD tidak di bawa ke WC (kecuali lupa).
        Untuk mengetahui energinya, luruskan tangan kanan anda ke depan lalu taruh TKD di ujung jari telunjuk. Konsentrasi sejenak, rasakan getaran halus di tangan anda, ikuti gerakannya. Makin lama getarannya semakin besar sehingga tangan anda menjadi bergetar/bergerak.
        TKD ini hanyalah perantara, seluruh kekuatan yang terdapat di dalamnya berasal dari Allah SWT. Semoga Anda tidak menjadi syirik karenanya, amin.

Pohon dewandaru dalam terminologi jawa dapat diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Kata dewandaru banyak dijumpai dalam kisah pewayangan maupun dalam khasanah bahasa Jawa Kuno maupun sansakerta. Karenanya tidak mengherankan jika kemudian pohon bernama dewandaru ini kemudian sarat dengan mitos.

Pohon dewandaru dikenal juga sebagai asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau cereme asam. Dalam bahasa Inggris pohon yang dipercaya mempunyai kekuatan magis ini disebut dengan Surinam Cherry, Brazilian Cherry, atau Cayenne Cherry. Sedangkan nama ilmiah tumbuhan ini adalah Eugenia uniflora L., yang mempunyai beberapa sinonim diantaranya Eugenia michelii Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica Willd.

Diskripsi Pohon Dewandaru. Dewandaru (Eugenia uniflora) merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai 5 meter dan hidup menahun. Batang pohon dewandaru tegak, berkayu, berbentuk bulat dengan kulit kayu berwarna coklat.
Buah dan daun dewandaru

Buah dan daun dewandaru (Eugenia uniflora). Dari bentuk buahnya inilah pohon ini kerap disebut belimbing londo.

Daun dewandaru merupakan daun tunggal, berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal yang meruncing. Daun berukuran sekitar 5 sentimeter dengan tepi daun yang rata dan pertulangan menyirip. Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik berwarna putih. Buahnya buni (bulat) dengan diameter sekitar 1,5 cm, berwarna merah. Bijinya kecil, keras, berwarna coklat.

Tumbuhan dewandaru tersebar di daerah Amerika Selatan seperti Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia, tumbuhan ini dapat ditemukan di beberapa tempat di pulau Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Salah satu daerah yang dikenal sebagai habitat dewandaru adalah kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya. Sejarah persebaran pohon dewandaru (Eugenia uniflora) hingga ke Indonesia belum diketahui secara pasti. Kecuali berbagai mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat.

Mitos, Khasiat, dan Pemanfaatan. Terutama pada masyarakat jawa, keberadaan pohon dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari mitos soal asal-usulnya hingga berbagai khasiat magis sebagai kayu sakti dan bertuah. Karenanya, kayu dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk membuat aksesoris semisal tasbih, gelang, akik (batu cincin), dan kalung. Beberapa mitos terkait pohon dan kayu dewandaru diantaranya adalah:
Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora)

Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora) yang kerap dipercaya sebagai kayu sakti dan bertuah.

    Pohon dewandaru di tanam oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, setelah mendapatkannya dari Cina.
    Seorang bernama dewandaru yang menjadi rebutan antara Kurawa dan Pandawa lantaran dipercaya menjadi kunci untuk menguasai dunia. Agar tidak dapat diperebutkan, orang ini berubah menjadi pohon.
    Aroma kayu dewandaru sebagai sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.
    Dipercaya memiliki khasiat sebagai pengasihan, menambah kharisma, dan pengusir gangguan gaib.

Di balik khasiat mistis yang dipercayai oleh sebagian masyarakat, pohon dewandaru ternyata memiliki berbagai manfaat yang teruji secara klinis. Buah dewandaru selain mengandung air juga mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid.

Dengan berbagai kandungan yang dipunyainya, dewandaru (Eugenia uniflora) dapat dimanfaatkan sebagai peningkat kualitas astringent, mengurangi tekanan darah tinggi, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan.

Sepertinya kita tidak boleh terlalu terlena dengan berbagai khasiat mistis yang dipunyai pohon dewandaru (dan pohon ‘bertuah’ lainnya). Sebaliknya, berbagai keyakinan yang berkembang di masyarakat tersebut hendaknya memacu kita untuk mengeksplorasi kandungan dan khasiatnya secara klinis dan ilmiah. Bisa jadi, para pendahulu kita mencoba memberitahu kita tentang manfaat besar suatu spesies, faktor tingkat pemahaman dan pengetahuan lah yang kemudian merubah pesan tersebut menjadi serangkaian kisah mistis dan magic.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae. Divisi: Spermatophyta. Subdivisi: Angiospermae. Famili: Myrtaceae. Genus: Eugenia. Spesies: Eugenia uniflora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar